Bupati SBD Beri Apresiasi kepada DESMA Center

SBD DESMA

Sejak tahun 2010, DESMA Center, lembaga yang fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan, telah mendukung pemerintah, masyarakat, lembaga profit dan nirlaba dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan pariwisata yang menghargai aspek sosial, budaya, dan lingkungan sesuai keahliannya dalam pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu project manager Sumba DESMA Center, Boyke, dalam laporannya mengatakan,  ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di SMK dengan kebutuhan industri pariwisata, fasilitas dan materi pembelajaran yang tidak memadai untuk praktik siswa, dan guru non-produktif dengan latar belakang akademis yang sesuai, telah diidentifikasi sebagai tantangan utama sekolah pariwisata.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Jumlah lulusan SMK di SBD mencapai 3.000 siswa/tahun dan berpotensi menyumbang angka pengangguran. Di lain pihak, kondisi BLK dan LPK di SBD juga masih jauh berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Sementara jumlah lulusan BLK dan LPK masih relatif sedikit.

“Dalam konteks mendukung program Pemerintah Kabupaten SBD 7 Jembatan Emas serta program dari Pemerintah Provinsi NTT dengan pariwisata sebagai motor utama penggerak perekonomian masyarakat NTT, WLF dan Yayasan Bangun Anak Negeri Adaro bekerja sama dengan DESMA Center sebagai mitra pelaksana melalui program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata di SBD memperkuat ekosistem SMK pariwisata di SBD,” ungkapnya.

Boyke menjelaskan, SMK sebagai sub sistem pendidikan nasional yang bertanggung jawab dalam penyiapan SDM tingkat menengah yang handal, berorientasi kepada kebutuhan pasar harus mampu mengembangkan inovasi untuk mempengaruhi perubahan kebutuhan pasar sehingga dapat mewujudkan kepuasan pencari kerja.

Pos terkait