Dispar Gelar Sosialisasi Standarisasi Keamanan Pelaksanaan Protokol Covid-19 untuk Hotel dan Restoran

Kota Kupang sosialisasi prokes di hotel dan restoran

“Melihat kondisi ini, maka penting sekali terobosan yang dilakukan Kementerian Pariwisata untuk melakukan sosialisasi standarisasi keamanan protokol Covid-19,” katanya.

 

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mantan anggota DPR RI dua  periode ini mengatakan, Kota Kupang sebagai daerah terjangkit Covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini juga sangat dirasakan oleh karyawan yang di-PHK dari tempatnya bekerja atau yang hanya dipotong gajinya sebagian.

Kondisi ini, menurutnya, menimpa semua pekerja/karyawan di Kota Kupang, namun perlu disampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang berjuang sungguh-sungguh meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak covid-19.

“Tidak mudah memang karena keterbatasan anggaran, PAD yang sangat terbatas, tapi kita masih bisa menghasilkan PAD. Ini karena peran para pemilik hotel dan restoran terhadap pembangunan Kota Kupang untuk menunjang PAD,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Politisi partai Demokrat ini melanjutkan, kontribusi luar biasa ini terbukti, bahwa di tengah pandemi covid-19, PAD Kota Kupang bisa mencapai 60%, sehingga saat ada kontribusi dari pemerintah pusat untuk Kota Kupang sebagai salah satu penerima dana hibah sektor pariwisata sebesar Rp 4.793.000.060 yang diperuntukan untuk pemulihan ekonomi jasa usaha hotel dan restoran.

Berdasarkan pendataan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kota Kupang, dari 78 hotel yang diusul, terdapat 65 hotel yang memenuhi persyaratan. Dan dari 78 restoran yang diusulkan, yang memenuhi persyaratan sebanyak 38 restoran.

Pos terkait