Herry menuturkan, foto produk yang menarik tak selalu harus menggunakan kamera digital. Menurutnya, memotret produk menggunakan kamera smartphone juga bisa menghasilkan foto yang menarik.
“Selama foto tersebut dikemas dengan menarik, informatif, dan mendeksripsikan produk yang kita jual, kita bisa menarik calon pembeli untuk tertarik pada produk kita. Untuk background dan visualnya nanti kita bisa tambahkan lewat aplikasi,” ujar Herry.
Herry juga menyarankan agar pelaku wisata dan ekonomi kreatif tidak memperbesar atau men-zoom objek saat memotret. “Foto kalau bisa jangan di-zoom karena kalau di-zoom mengurangi kualitas foto sehingga gambar jadi kurang bagus,” jelasnya.
Sementara itu, Ginza Reza memaparkan, selain foto produk yang menarik, caption dalam unggahan di media sosial juga harus diperhatikan. Menurutnya, dalam menulis caption, penjual harus mengedepankan tulisan yang menggelitik dan menarik perhatian calon pembeli.
“Caption itu tidak harus panjang. Yang penting isi caption produk kita itu bisa membuat calon pembeli tertarik dan penasaran,” ucap Ginza.
Selain itu, Ginza juga mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif selalu berinovasi dalam mempromosikan produknya di media sosial dengan semenarik mungkin. “Dan kita harus terus mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan dengan tren-tren terbaru,” tutur Ginza.(*/den)







