Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga Salahhuddin Uno, membuka peluncuran Pesta Raya Flobamoratas.
Aktivis perempuan dan lingkungan, Aleta Baun, menyebut Pemerintah Provinsi NTT seperti tidak menganggap lingkungan sebagai hal yang penting. Dirinya menyebut anggaran untuk lingkungan hidup setiap tahun sangat sedikit, sehingga kepedulian pemda terhadap lingkungan sangat minim.
“Anggaran untuk lingkungan setiap tahun sedikit, padahal persoalan lingkungan ini harus dari pencegahan, giliran sudah ada masalah baru mau menyelesaikan. Lalu Dinas Lingkungan Hidup mau buat apa sedangkan uangnya (anggaran) sedikit,” sebut tokoh perempuan dari Pulau Timor tersebut.
Menurut Aleta, masyarakat adat memiliki budaya yang sangat erat hubungannya dengan alam sekitar. “Perempuan NTT tenun kain butuh pewarna dari alam, kalau sakit mau berobat orang masih banyak pakai obat tradisional yang diambil dari mana lagi kalau bukan di alam,” katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ondi C. Siagian, mengatakan pihaknya saat ini sangat memperhatikan keamanan lingkungan hutan. Semua yang berurusan dengan izin untuk tambang atau mengambil sumber daya alam, benar-benar diperhatikan sehingga tidak mengambil dari kawasan hutan.
“Kami saat ini memang lebih detail jika sudah menyangkut keberlangsungan hutan. Jadi kalau ada yang mengurus izin tambang apapun komoditasnya pasti kami melihat apakah itu masuk kawasan hutan lindung atau tidak. Namun sampai saat ini tidak ada dan memang kita harus fokus pada perubahan iklim, jangan sampai lebih mengkhawatirkan kalau kita tidak sadar untuk antisipasi,” ungkapnya. (np)







