Pasola: Dari Ritual Adat Menjadi Tontonan

pasola1

Pada tahun 1950-an pasola di tempat baru ini telah masuk ke dalam “kalender” adat di Kodi.

Tahun 1970-an pemerintah daerah sudah mulai terlibat secara resmi mengurus pasola.  Pasola menjadi event seni tahunan yang dibuka untuk orang luar, yakni para turis dari luar Sumba dan luar negeri. Terutama pasola di Wanokaka, sebab mudah dijangkau dari Waikabubak, Ibukota Kabupaten Sumba Barat.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dulu pulau Sumba hanya terdiri atas dua kabupaten: Sumba Barat dan Sumba Timur.

Sementara di Kodi sendiri, jalan belum diaspal sampai akhir tahun 1980-an. Namun sudah ada rombongan turis yang naik satu-dua bus yang “diborok” (disewa) untuk menonton pertunjukan ini.

Secara perlahan namun pasti terjadi transisi atraksi pasola dari kegiatan “ritual” menjadi pentas yang “ditonton”.

pasola2
Arena pasola selalu ramai dengan mereka yang bertarung

Kini atraksi pasola selain dilaksanakan di Kodi, juga dapat disaksikan di Bangedo, Balaghar, Wanokaka dan Lamboya. Waktunya pada penghujung Februari hingga pertengahan bulan Maret.

Sialnya, beberapa tahun lalu terjadi selisih paham. Dinas Pariwisata di sebuah kabupaten menentukan sendiri “kalender” pasola tanpa berembug dengan para rato Marapu sebagai pemegang mandat asli dari ritual nale (di mana pasola termasuk di dalamnya).

Ya, kerap kebutuhan akan nama besar dan uang telah membutakan mata! (alex japalatu)

Pos terkait