“Usaha-usaha kuliner bisa diarahkan ke sana (Pulau Rinca, Red). Begitu pun kegiatan-kegiatan bisnis dan wisata massa lainnya diarahkan ke sana. Sementara Pulau Komodo dan Padar jadi wisata premium dan ekslusif,” jelas Marius Jelamu.
Gubernur NTT, lanjut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT ini, juga mewacanakan penggunaan satelit untuk memantau pergerakan dan lalu lintas orang, kapal pesiar dan pemburu liar di kawasan TNK.
“Dengan alat ini kita bisa lakukan pengawasan dengan baik. Pihak ST-Engineering Singapura siap bekerja sama dan mendukung penuh pengembangan satelit pengawasan ini,” jelas Marius.
Marius menjelaskan, dalam pertemuan itu juga dibahas tentang rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori yang akan menjadi tempat penyelenggaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan ASEAN Summit pada tahun 2023.
“Dalam pertemuan tersebut didiskusikan tentang pengembangan berbagai fasilitas dan sarana prasarana untuk menyambut kedua perhelatan internasional tersebut. Bandara Komodo akan dikembangkan menjadi bandara internasional oleh Konsorsium CAS (Cardig Aero Service). Juga pengembangam berbagai pelabuhan,” jelas Marius.
Marius menjelaskan, juga dibahas tentang pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi-destinasi wisata. “Karena sekarang kita memasuki normal baru, perlu petunjuk-petunjuk pelaksanaan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata,” pungkas Marius. (biro humas dan protokol ntt/aven/den)







