
Iya rumah ini bukan rumah sembarangan. Bukan hanya tempat berteduh tapi punya sisi historis yang sulit diurai satu per satu. Di bawah rumah ini berdiam para pemilik negeri yang terus menjaga budaya nenek moyangnya hingga kini walaupun harus berhadapan dengan kencangnya arus globalisasi.
Dunia boleh berubah namun tidak dengan mereka di sini. Bukan satu keluarga tapi puluhan keluarga dalam satu rumah tersebut. Sungguh unik di era seperti ini. Penampilan mereka tetap dipertahankan. Ikat kepala dan sarung. Parang Sumba pinggang kiri membuat mereka tetap menjadi orang Sumba yang sesungguhnya.
Batu Kubur
Rumah bambu itu terbagi dalam tiga ruang. Di bagian bawah sebagai tempat pemeliharaan hewan, tengah sebagai tempat hunian manusia dan atas sebagai tempat penyimpanan makanan serta tempat menyimpan barang keramat.
Ratenggaro menunjukkan dirinya sebagai representasi budaya Sumba yang sesungguhnya. Apalagi saat para wisatawan diajak berkeliling. Setiap jengkal kaki di tanah itu akan mendatangkan makna tersendiri bagi para pengunjungnya. Bukan hanya rumah adatnya tapi juga pemandangan di sekeliling tempat itu. Batu kubur yang tersusun rapi berjejer di tengah kampung menambah eksotisme tempat itu. Gelak tawa anak-anak dan juga kaum ibu yang sedang menyusui anak di serambi rumah adat membuat pengunjungnya tidak akan menyesal pernah ke tempat itu.
Belum lagi, sejumlah produk yang dihasilkan oleh tangan pemilik negeri ini membuat para pengunjung tidak akan sedikitpun merasa kecewa. Katibu/tempat sirih pinang, dungga /juk, mamoli, kaleku kahu adalah kerajinan tangan khas Ratenggaro yang sering diperjualbelikan selain kain tenun asli kodi/sumba. Harganya pun tidak tanggung-tanggung mulai dari Rp 150.000 hingga jutaan rupiah untuk jenis produk asli.
Pesona Ratenggaro juga terpancar dari keindahan pantainya. Air laut membiru melampau batas pandangan. Pasir putih bersih menarik kaki. Pantai Ratenggaro adalah sisi lain eksotisnya kampung ini membuat para pecinta traveling kembali tanpa kecewa.
Batu kubur di sekeliling bibir pantai menjadikan pantai ini beraroma mistis. Dengan tulisan di sisi depan kubur membuat para pelancong bisa menikmati perjalanan sambil belajar sejarah tentang keberadaan pantai ini.







