
Tidak cukup di situ, para pengunjung pun bisa menikmati dirinya menjadi orang Sumba seperti halnya penduduk di situ. Iya, para pengunjung diizinkan menyewa kain tenun khas kodi sambil menunggangi kuda milik warga. Tapi semuanya butuh sedikit kerelaan untuk membayar sewa untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Hal tersebut bukan semata menunjukkan bahwa pariwisata itu mahal, namun di sisi lain membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.
Ah, Ratenggaro. Kampung adat dengan sejuta pesona. Terlalu mahal untuk ditakar dengan rupiah. Terlalu indah untuk tidak dinikmati mata. Jangan pernah bilang sudah ke Sumba Barat Daya kalau belum ke Ratenggaro. (tony kleden/engki keban)







