Wabup TTU Tanam Jagung Hibrida di Lanaus

TTU wabup tanam jagung

KEFAMENANU kabarntt.id – Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Drs. Eusabius Binsasi, Kamis (25/11/2021), melakukan penanaman simbolis jagung hibrida di Desa Lanaus, Kecamatan Insana Tengah, TTU.

Penanaman jagung di lahan seluas 5 hektar tersebut  merupakan hasil kerja sama antara Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT bersama masyarakat di Desa Lanaus.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Eusabius Binsasi saat diwawancara mengatakan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi usaha yang saat ini dilakukan oleh Pemuda Tani Indonesia bersama masyarakat Desa Lanaus.

Menurut Eusabius, penanaman jagung di lahan seluas 5 hektar ini, merupakan satu usaha yang sangat luar biasa dan yang selama ini digerakkan oleh pemerintah.

“Jagung ini selain untuk ekonomi, tapi juga untuk konsumsi. Apalagi kemarin sudah ada seminar dari Unimor bahwa sekarang ada produk jagung bose instan. Itu artinya ke depan jagung pasti punya harga yang sangat baik,”  kata Eusabius.

Lebih lanjut  mantan Dirjen Bimas Katolik RI itu mengatakan, pemerintah akan terus memotivasi dan mendorong masyarakat agar mengikuti contoh yang baik ini dengan membuat perkebunan-perkebunan jagung yang lebih intensif.

Hal itu, kata Eusabius, lantaran sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di saat lesunya roda perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19.

Untuk itu Eusabius berharap agar masyarakat di Desa Lanaus dapat memanfaatkan peluang ini dengan bekerja sama secara baik dalam mengolah perkebunan jagung tersebut sehingga dapat mendorong Desa Lanaus menjadi salah satu sentra penghasil jagung di TTU.

“Semangat bersatu harus ditingkatkan, karena sukses seperti ini dalam kelompok hanya bisa sukses jika dapat dilaksanakan dalam kebersamaan,” tegasnya..

Sementara Ketua Pemuda Tani Provinsi NTT, Kristoforus Haki, mengatakan, pembukaan lahan perkebunan jagung seluas 5 hektar tersebut bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuannya tentang pertanian.

Selain itu, lanjut Kristo, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar bisa melihat sektor pertanian sebagai salah satu potensi untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Jadi yang kita lihat selama ini, masyarakat olah lahan tetapi dalam luas area yangl sangat kecil. Saat ini kita coba untuk bagaimana mengolah lahan tidur  yang luasannya kurang lebih ada 5 hektar,” tutur Kristo.

Sekretaris Kadin TTU ini mengungkapkan, guna meningkatkan produksi masyarakat, selain tanaman jagung jenis bisi 15, lahan tersebut akan ditanami juga kacang tanah lurik yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Kita fokus untuk tahun ini kita tanam jagung sama kacang, nanti di bulan April untuk tanam yang kedua karena di sini ada sumber air yang sangat besar nanti kita akan lanjutkan lagi dengan tanaman yang lain,” jelas Kristo.

Ketua Karang Taruna Kabupaten TTU ini menambahkan, ke depan pihaknya telah merencanakan akan mengolah lahan perkebunan di Desa Lanaus ini menjadi lokasi agrowisata di TTU.

“Kita akan duduk bersama dengan pendamping lapangan dari koordinator lapangan dan juga PPL di desa ini supaya kita merencanakan kebun ini kita mau olah dengan berbagai jenis tanaman sehingga akan menjadi lokasi agrowisata pertanian di wilayah Desa lanaus ini,” ungkap Kristo.

Sementara Koordinator Pertanian Kecamatan Insana Tengah, Melkianus Lak’apu, menjelaskan, masyarakat yang tergabung dalam pengolahan perkebunan jagung di Desa Lanaus ini terdiri dari 2 kelompok tani dengan jumlah 18 kepala keluarga.

Melki mengatakan, melalui sumber daya yang dimiliki, pihaknya melalui Dinas Pertanian Kabupaten TTU akan terus mendampingi kelompok ini agar bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas baik.

“Lahan ini memiliki potensi besar untuk pengembangan Jagung, kita akan terus mendampingi dengan tujuan pengembangan jagung dan peningkatan produksi di lahan ini bisa berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga petani,” pungkas Melki. (siu)

Pos terkait