Webinar yang diawali pengantar yang disampaikan oleh Alissa Wahid, Co-Sherpa V20 2022 ini, menghadirkan topik-topik berkelindan nilai dengan tujuan mengangkat praktik ekonomi dan bisnis-berbasis-nilai yang telah berhasil menelurkan manfaat dan kebaikan bagi masyarakat dan bangsa.
Ketujuh pembicara disatukan oleh pengalaman panjang dari berbagai aspek dalam menjalankan bisnis-berbasis-nilai.
Kartika Wirjoatmodjo membahas praktik bisnis berbasis Pancasila dan nilai. Shinta Kamdani memilih topik ekonomi bermakna dan pembangunan nasional. Agus Winardono berbagi bicara tentang AKHLAK (nilai-nilai inti BUMN Indonesia) yang berdampak positif dan signifikan dalam budaya berbisnis.
Dari New Dehli, India, Shiv Khemka berbagi ide mengenai peran UMKM dan komunitas start-up dalam implementasi SDGs.
“Lompatan jauh” hasil bisnis-berbasis-nilai dari aspek sustainability sebagai perwujudan noble purpose korporasi MIND ID disampaikan Binahidra Logiardi.
Akhmad Saeful membagi pengalamannya dalam implementasi dan transformasi nilai-nilai keluarga ke dalam nilai-nilai korporasi – yang berhasil menciptakan perusahaan yang memiliki makna tujuan.
Lalu, Nicko Widjaja mendiskusikan nilai-nilai penting bagi ekosistem bisnis start-up.
Shinta Kamdani, Ketua Engagement Group Business20 atau B20 2022 di putaran G20 2022, menawarkan tiga poin valuenomics demi tumbuhnya perekonomian yang adil bagi masyarakat luas yakni, “Pertama, meletakkan manusia sebagai prioritas utama sekaligus pusat gravitasi bisnis yang artinya mendahulukan kesejahteraan masyarakat luas dan bukan semata-mata mengejar profit. Kedua, bisnis perlu dikembangkan dalam ekositem inklusif dan berdampak nilai. Ketiga, harus ramah-lingkungan,” ujar CEO Sintesa Group ini.







