Jenis kopi yang ditawarkan kepada pengunjung Kafe Bengkes Coffee di antaranya adalah jenis arabika S795, arabika yellow catura dan andong sari juga robusta. Selain itu Bengkes Coffee juga menyajikan teh _cascara (Coffee Cherry tea) yang berbahan dasar kulit kopi yang sudah dikeringkan.
Pendirian kafe diharapkan dapat makin luas lagi memperkenalkan produk kopi dan jahe APEKAM. Selain sebagai tempat minum, kafe tersebut juga diharapkan bisa menjadi tempat diskusi bagi anggota APEKAM sehingga keseluruhan aktivitas dan progres APEKAM mampu memberi kesejahteraan bagi anggotanya yaitu para petani kopi itu sendiri.
Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina, menyampaikan antusiasmenya atas inisiatif pihak Apekam yang berupaya mewujudkan secara konkrit ilmu yang didapat dari berbagai diskusi bersama selama ini dan juga hasil pengamatan dari studi banding Maret lalu.
“Kafe ini hadir atas inisiatif mereka dan BPOLBF hanya mensuport bahwa mereka bisa melakukan ini. Bayangkan hanya dalam waktu 14 hari yang awalnya cuma ngobrol santai, namun saat ini Apekam berhasil membuat kafe seperti ini. Hal yang sangat luar biasa,” kata Shana.
Apekam benar-benar punya komitmen luar biasa. Selain kafe Apekam ingin kopi Manggarai dijadikan destinasi agrowisata baru yang bahkan bahkan telah didiskusikan dengan Bupati Manggarai.
Selain itu, segala persiapan menuju destinasi agrowisata kopi dan jahe secara struktural sudah ada persiapan, di antaranya sangar tari, musik, pemasaran kopi yang melibatkan petani dan anak-anak muda.







