KEFAMENANU kabarntt.id—BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Atambua. melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) seluruh wilayah kerja Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara dan Malaka Tahun 2021.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Lantai II Hotel Victory II, Jalan El Tari, Kefamenanu, Sabtu (18/12/2021), untuk 4 kantor perisai yang telah bermitra di tahun 2021 dan juga dengan kurang lebih 130 mitra perisai.
Kepada kabarntt.id, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Nasrullah Umar, mengatakan, pada monev tersebut sangat ditekankan pentingnya pendaftaran kepesertaan yang klir dan juga launching penambahan kanal pembayaran.
“Monev kali ini kita sangat tekankan pentingnya pendaftaran kepesertaan yang klir,” kata Nasrullah.
Nasrullah melanjutkan, peserta yang mendaftar pun yang aktif kerja atau tidak dalam keadaan sakit.
“Peserta yang mendaftar juga tidak dalam keadaan dirawat karena sakit, tidak dalam keadaan sakit kronis yang menyebabkan tidak dapat melakukan aktivitas kerja,” jelas Nasrullah.
Disampaikan Nasrullah, saat ini jumlah peserta bukan penerima upah sebanyak 33.105 peserta di mana sebanyak 14.479 yang tidak tertib melakukan pembayaran iuran
“Dari peserta yang tidak tertib melakukan pembayaran, dapat menyebabkan saat terjadi klaim tidak dibayarkan karena peserta status tidak aktif,” ungkap Nasrullah.
Dikatakan Nasrullah, saat ini kanal pembayaran iuran yang telah bekerja sama dengan pusat seperti perbankan, alfamart, dan yang baru-baru ini PT Pos belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang berada jauh di pedesaan.
Namun pada kesempatan ini pula, BP Jamsostek Atambua bekerja sama dengan Kantor Perisai memperluas titik pembayaran iuran. Saat ini berjumlah 80 dan akan bertambah ke depannya.
“Untuk mempermudah pembayaran, saat ini kita bekerja sama dengan Kantor Perisai memperluas 80 titik kanal pembayaran dan telah diberikan spanduk sebagai tanda bahwa siapapun peserta, daftar di mana pun dapat dengan bebas melakukan pembayaran iuran pada kanal tersebut. Yang paling penting adalah seluruh peserta yang membayar iuran wajib menerima bukti pembayaran,” jelas Nasrullah.
Dengan adanya kanal-kanal pembayaran ini, Nasrullah menghimbau kepada seluruh peserta agar tidak perlu menunggu personil untuk datang melakukan penagihan iuran, namun bisa dengan mandiri membayarkan iuran yang sudah disediakan.
“Kami sangat berharap seluruh peserta aktif membayar iuran tepat waktu secara mandiri di kanal yang ada sehingga saat terjadi musibah tidak mengalami kendala saat klaim,” harap Nasrullah. (siu)







