“Kebutuhan telur saat ini memang cukup tinggi dan hal itu juga disadari oleh masyarakat,” tambahnya.
Trimeldus juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini telur ayam yang digunakan untuk dapur SPPG sebagian masih dipasok dari luar daerah, terutama dari Kupang. Hal ini terjadi karena koordinasi antara pengelola dapur SPPG dan Dinas Peternakan belum berjalan secara intensif.
“Data di Dinas Peternakan menunjukkan telur ayam masih banyak didatangkan dari luar daerah. Begitu juga dengan daging ayam yang umumnya menggunakan ayam beku dari luar TTU,” jelas Trimeldus. (siu)







