“Kita melihat prospek yang sangat baik. Oleh karena itu dengan menggali model-model usaha yang baru akan dikembangkan sambil mendorong digitalisasi untuk memudahkan semua transaksional dan ekosistem yang ada bisa terkoneksi,” kayanya.
Harry mengingatkan digitalisasi di dunia usaha sebenarnya sudah mengglobal. Indonesia juga sudah menerapkan sistem ini. Namun kondisi topografi khas NTT yang memiliki tantangan yang luar biasa.
Bank NTT menyiasati kondisi ini dengan terus menurus secara masif dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk bekerja sama agar digitalisasi bisa dilakukan dan dirasakan efek positifnya oleh masyarakat terutama oleh para pelaku UMKM.
Ketika Covid-19 menjdi pandemi dan NTT dilanda badai seroja yang ikut menghantam ekonomi, fundamen ekonomi NTT bisa bangkit berkat kehadiran UMKM. Kolaborasi menjadi salah satu strategi terbangunnya satu ekosistem yang di dalam ekosistem itu digitalisasi bisa dilakukan inklusif dengan berbagai pihak termasuk dengan UMKM. (humas bank ntt/den)







