Gubernur NTT Komit Wujudkan Pusat Listrik Tenaga Surya di Sumba

Gub listrik karo humas

“Transisi energi yang merupakan spirit dari RUU EBT memerlukan perencanaan strategis yang berbeda dengan skenario  bussines as usual ketenagalistrikan,” kata Eddie Widono, Pendiri dan Ketua PJCI dalam RDP tersebut sebagaiman rilis yang diterima oleh Humas dan Protokol NTT dari lembaga itu.

Ditegaskan PJCI, inisiatif Sumba untuk Indonesia jadi platform yang tepat untuk menunjukkan bahwa EBT butuh pemahaman yang lebih komprehensif.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Jika  potensi energi surya di Sumba tidak terpakai secara optimal, kita akan kehilangan pertumbuhan ekonomi dari pengembangan PLTS ini. Karena itu perlu dikembangkan konsep interkoneksi atau keterhubungan antarpusat beban mulai dari Sumba, NTT, NTB, Bali hingga Jawa agar potensi itu optimal. Itulah semangat transisi energi,” jelas Muhammad Yusrizki, Kepala Bidang Investasi dan Mega Proyek PJCI.

Dengan melihat model pengembangan PLTS di Philipina yang berkekuatan 500 megawatt yang mampu mendatangkan Produk Domestik Bruto sebesar 344,2 juta dollar Amerika serta membuka 32.417 lapangan pekerjaan baru, PJCI melihat potensi pengembangan 20 ribu megawatt di Sumba dapat mendatangkan PDB senilai 13,7 miliar dolar Amerika.

Bagi Provinsi NTT, pertumbuhan PDB ini akan diwujudkan  dalam pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan kapasitas Sumberdaya Manusia.

“Efek domino yang positif bagi banyak bidang terutama untuk pengembangan ekonomi daerah membuat inisiatif Sumba untuk Indonesia layak untuk diperjuangkan dan masuk cakupan mega proyek listri EBT. Ini juga salah satu cara pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi yang dikenal dengan istilah Green Recovery,” pungkas alumni ITB tersebut. (biro humas dan protokol setda ntt/ave/den)

Pos terkait