Gubernur VBL, Bank NTT dan Dirut Alex Raih Penghargaan Top BUMD Awards 2022

bank ntt top bumd

Pada masa Covid-19, kata Harry, Bank NTT pun tetap menggelar sejumlah inovasi bisnis. Contohnya adalah penguatan ekosistem pembiayaan.

Adapun contoh yang lain adalah diversifikasi produk dan kredit; menyediakan pasar e-commerce; pelayanan digital loan; adanya smart branch; adanya Agen Dia Bisa; dan lain-lain. Yang membanggakan adalah, dihadirkannya layanan Be Ju BIS@, yang diluncurkan, Rabu (20 April 2022) di Wae Bobok, Manggarai Barat.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Aplikasi Be Pung Mobile merupakan contoh inovasi oleh Bank NTT. Aplikasi tersebut merupakan i banking bisnis yang bisa memungkinkan tarik tunai tanpa kartu, mengacu ke kode QRIS, dan lain-lain.

Adapun tentang kinerja keuangan Bank NTT, Harry mengatakan bahwa tahun 2021 mencatat laba bersih Rp 228,26 miliar. Adapun laba bersih per saham pada tahun 2021, tercatat di Rp 1.393.

NPL (non performing loan) net di 0,90%. Rasio BOPO (biaya operasional berbanding pendapatan operasional) di 81,38%.  Kemudian, rasio LDR (loan to deposit ratio) pada angka 89%.

Tak hanya itu, Bank NTT pun terus terus berupaya menaikkan porsi dana murah. “Tahun 2022 ini, kami melakukan pendalaman struktur dana yang berbasis dana murah,” kata Harry.

Total kredit modal kerja yang disalurkan sebanyak Rp 2,06 triliun. Porsi kredit investasi di Rp 428,23 miliar.  Sedangkan untuk kredit konsumsi Rp 8,63 triliun.

Harry juga memaparkan bahwa pada saat masa Covid-19, Bank NTT tidak melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja). Sebaliknya justru melakukan perekrutan karyawan.

“Hal tersebut, semata-mata kami lakukan karena suatu panggilan. Serta untuk menanggulangi Covid-19 plus mendukung struktur ekonomi rumah tangga,” tegasnya.

Pos terkait