Menurutnya, meningkatnya industri pariwisata seperti yang dijalankan oleh Ina Ndao tentu akan meningkatkan jumlah kunjungan dan minat beli masyarakat yang tentunya juga ikut mendorong perekonomian daerah ini.
Karena itu Jefri meminta Dinas Pariwisata Kota Kupang untuk memberi perhatian terhadap usaha-usaha yang mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ini guna mewujudkan misi Pemkot Kupang yakni Kota Kupang makmur.
Dengan gedung baru Ina Ndao yang diresmikan ini, Jefri berharap sentra Tenun Ikat Ina Ndao terus sukses menjadi usaha pariwisata yang menginspirasi munculnya usaha-usaha jasa obyek wisata khususnya yang berperan dalam mempromosikan budaya tradisional khas NTT yang unik.
Direktris Ina Ndao Group, Dorce Lusi, berterima kasih kepada Walikota Kupang dan segenap undangan yang telah berkenan hadir dalam perayaan HUT ke-29 Ina Ndao sebagai bentuk dukungan.
Dorce menuturkan, usaha ini mulai dirintis bersama suaminya, Yus Lusi 29 tahun silam diawali dengan bangunan sangat sederhana yang terbuat dari seng-seng bekas.
Berkat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk Pemerintah Kota Kupang di usia ke-29 ini mereka bisa meresmikan gedung baru sentra tenun ikat serta Café Ina Ndao.
Menurut Dorce, usaha ini mereka bangun dengan cita-cita besar, yakni melestarikan budaya sekaligus mengentaskan kemiskinan dengan membuka lapangan kerja baru yang berbasis ekonomi rumah tangga dan mengangkat martabat kaum perempuan.
Nama Ina Ndao sengaja mereka pilih karena Ina yang dalam bahasa Rote berarti mama menjelaskan bagaimana mereka belajar menenun dari ketulusan hati seorang mama.







