Terkait isu serangan fajar menjelang pencoblosan, Jonas berharap masyarakat Kota Kupang lebih waspada dan pintar untuk menyikapi hal itu, karena sangat merugikan masyarakat.
“Sehingga jika nanti ada yang tawarkan serangan fajar menjelang tanggal 27 november, misalnya Rp 300-500 ribu per suara, ya menurut informasi dan sudah berjalan, kita kumpulkan bukti-bukti kita sampaikan ke Bawaslu. Jika kita hitung raskin 15 kg, saat ini harga beras Rp 15 ribu per kg, kita hitung 15 kg kali dengan Rp 15 ribu itu Rp 225 ribu perbulan dan per-lima tahun itu mencapai Rp 13.500.000. Dari pada terima yang hanya Rp 300-500 ribu hanya makan untuk 2-3 hari. Karena itu masyarakat harus lebih pintar untuk itu,” imbuhnya. (np







