Kepala Bappenas Tantang NTT: Garam Jadi Industri Prioritas

gubernur ntt bappenas
Gubernur Melki Leka Lena bersama para kepala desa se-NTT berdiskusi dengan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy di Jakarta, Senin (17/3/2025)

“Mereka saat itu tidak pernah mengeluh tentang infrastuktur dan lain-lain,” kata Rachmat.

Hal ini, jelas dia, bukan berarti bahwa pemerintah pusat tidak akan lagi membangun infrastruktur di NTT. Porsi pembangunan jalan raya dan sejumlah proyek infrastruktur telah dan akan terus dikerjakan di NTT.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Namun, kata Rachmat, NTT juga perlu menentukan satu skala prioritas pengembangan usaha masyarakat. “Pengembangan industri garam menjadi hal yang paling bisa dilakukan di NTT,” katanya.

Alasannya, menurut dia, garam NTT telah terbukti kualitasnya menjadi salah satu garam terbaik di dunia. Garam itu bisa dikembangkan dalam dua pilihan bisnis: untuk keperluan garam industri dan garam konsumsi harian.

“Mari kita bersama-sama serius mengurus garam di NTT. Kami siap membantu dan bekerja sama dengan Pemda di NTT untuk keperluan ini,” tandas Rachmat.

Kopdes Merah Putih

Sementara itu, ketika bersama sejumlah bupati beraudiensi dengan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, dan Wakil Menkop, Ferry Joko Yuliantono, Gubernur Melki menyatakan siap mendukung program koperasi desa (kopdes) Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo dan dilakukan Kementerian koperasi (Kemenkop).

“Semua koperasi di NTT siap bersinergi dengan koperasi desa Merah Putih,” tegas Melki.

Melki juga menyatakan, saat ini telah ada dua  koperasi merah putih di NTT yang telah diresmikan,  yakni Kopdes Merah Putih untuk petani dan kopdes Merah Putih untuk nelayan di Timor.

Saat ini, sebut Melki, ada 600 gabungan kelompok tani (gapoktan) telah menyatakan siap menjadi kopdes merah putih. Hal ini tentu saja akan menggairahkan geliat kopdes merah putih di tanah NTT.

Pos terkait