KABARNTT.ID—Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menegaskan perlunya terobosan kebijakan pembiayaan pembangunan melalui penerbitan obligasi daerah. Instrumen ini dapat menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang lebih mandiri sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan daerahnya.
Mekeng menyampaikan hal tersebut seusai bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen, Yogyakarta, Kamis (13/11/2025) malam. Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum penyampaian undangan kepada Sultan untuk hadir sebagai pembicara kunci pada Sarasehan Nasional Obligasi Daerah, yang digelar Fraksi Golkar MPR pada 24 November mendatang di Yogyakarta.
“Obligasi daerah bisa menjadi alternatif investasi bagi masyarakat yang ingin ikut membangun kampung halamannya. Selain deposito dan saham, publik dapat menempatkan dananya pada instrumen yang hasilnya langsung dirasakan melalui pembangunan,” kata Mekeng dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025).
Menurut Mekeng, praktik obligasi daerah bukan hal baru di tingkat global. Ia mencontohkan Tiongkok yang berhasil memanfaatkan instrumen tersebut untuk mempercepat pembangunan dan menopang pertumbuhan ekonominya. Indonesia, kata dia, perlu mulai menata landasan regulasi agar kebijakan serupa dapat diterapkan secara bertanggung jawab.
Ia menjelaskan, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi sarasehan karena dinilai memiliki ekosistem tata kelola pembangunan yang baik, sekaligus dipimpin kepala daerah yang memahami tantangan pembiayaan alternatif.







