Oleh Pater John Naben, SVD
Berbicara tentang akhir zaman (dunia) merupakan suatu hal yang menakutkan, tetapi sekaligus juga menarik. Sebab orang ingin tahu bagaimana hal itu akan terjadi dan kapan saatnya. Aliran Protestan, Kaum Adventis dan Saksi Yehova paling banyak berbicara tentang hal ini. Tetapi sampai dengan saat ini, ramalan mereka selalu gagal. Dan akhir dunia sampai saat ini belum terjadi.
Satu suku di Meksiko yakni Suku Maya meramalkan bahwa akhir dunia harusnya terjadi pada 2012 yang lalu. Terlepas dari prakiraan, ramalan dan perhitungan mereka itu; ataukah itu sebuah kesalahpahaman; atau salah tafsir, kita sudah berada dipenghujung tahun 2025. Terhitung dari tahun peramalan dan prakira tahun kejadian (2012) sampai dengan saat ini (2025), ramalan itu sudah melewati 13 tahun berjalan. Dan peristiwa akhir zaman itu tidak dan belum terjadi juga. Sepanjang sejarah, orang berbicara tentang akhir zaman atau akhir dunia tetapi belum juga terjadi.
Memang perihal akhir zaman atau hari kiamat itu, sudah menjadi suatu pertanyaan bagi banyak orang, sejak masa Yesus. Yesus hanya berbicara tentang kedahsyatan dan kebinasaan pada akhir zaman itu. Katanya: ‘Pada waktu itu, orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya’ (bdk. Mat. 13:26).
Di Yerusalem, orang mengagumi indahnya bagunan Bait Allah, tetapi apa kata Yesus, ‘akan datang harinya, segala yang kamu lihat di situ diruntuhkan dan tidak ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan’ (bdk. Luk. 21:6).







