Berjaga-jagalah

IMG 20241231 WA0018

Jadi, apa yang harus kita pikirkan tentang akhir zaman atau hari kiamat? Hari kiamat bagi kita semua dan masing-masing kita, bukan ditandai oleh hancurnya langit dan bumi; bukan sebuah penjungkir-balikkan keadaan; bukan pula berarti bumi di atas dan langit di bawah; bukan pula orang-orang mati bangkit dan yang hidup dimusnakan. Melainkan hari kiamat bagi kita ialah hari kematian kita masing-masing. Ketika hari kematian kita tiba, dunia ini lenyap dan tidak berarti lagi bagi kita.

Hari kiamat akan datang – kapan? Kita tidak tahu. Tetapi hari kiamat bagi masing-masing kita pasti akan terjadi. Lalu apa yang mestinya kita buat untuk menantikan hari kiamat kita sendiri. Santo Paulus memberi jawaban dengan mengajak kita untuk bekerja (lih. 2Tes. 3:7-12). Kalau kita bekerja, kita menghasilkan sesuatu untuk diri kita sendiri dan juga untuk sesama. Orang yang tidak bekerja, banyak kali sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna, bahkan merugikan atau menyusahkan orang lain.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Banyak kali, huru-hara, kekacauan dalam masyarakat disebabkan oleh orang-orang yang tidak bekerja. Perkelahian, mabuk-mabukan, pencurian dan sebagainya, dilakukan oleh orang-orang yang tidak mau bekerja.

Perjalanan hidup kita adalah sebuah ziarah menuju akhir hidup kita masing-masing. Maka hidup dan ziarah kita itu harus diisi dengan tindakan dan perbuatan-perbuatan baik. Bekerja artinya berbuat baik. Entah kita bekerja di kebun, di ladang, di sawah, di pasar, di kantor, di sekolah, di mana saja yang penting halal; itu kita sedang melalukan perbuatan baik bagi sesama dan diri kita sendiri.

Pos terkait