Dan Yesus berkata: ‘Tentang hari dan saat itu, tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri’ (bdk. Mat. 24:36).
Yesus memberikan peringatan: waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang menyesatkan, yang menyampaikan berita yang mengancam, yang menipu, yang menyebarkan ketakutan di kalangan umat. Lain sikap Yesus. Injil itu kabar gembira; kabar yang menyelamatkan; kabar yang berbicara tentang Allah yang baik hati, yang berbelas kasih dan yang mengampuni. Bukan yang menebarkan ancaman yang menakutkan.
Tetapi Yesus juga mau menyadarkan manusia bahwa kita manusia ini memang sementara berziarah menuju akhir zaman. Kapan tiba, kita tidak tahu.
Yesus juga memberikan peringatan akan tanda-tanda yang mendahului dan juga yang terjadi pada saat akhir zaman. Misalnya: ada peperangan dan pemberontakan; ada peperangan antar bangsa dengan bangsa, suku dengan suku, kampung dengan kampung; ada gempa bumi yang dahsyat; ada penyakit yang mematikan dan kelaparan; ada tanda-tanda yang dahsyat di langit; umat Kristus dianiaya, ditolak dan dibenci.
Apa yang disebutkan di atas, itulah yang dikatakan Yesus. Dan memang kejadian-kejadian itu selalu berulang dalam masa peredaran dunia ini, juga sampai pada masa kita yang sekarang ini. Jadi, memang benar; umat manusia dan kita semua sesungguhnya sedang berjalan menuju akhir zaman. Tetapi Agama Kristiani bukan agama ancaman di mana umatnya hidup dalam ketakutan. Sebab itu, Yesus juga memberikan peneguhan: ‘itu tidak berarti, kesudahannya akan datang segera’ (bdk. Luk. 21:9b).







