Membanggakan, Bank NTT Sabet Tiga Penghargaan di Ajang TOP BUMD Awards 2021

BANK NTT RAIH PENGHARGAAN
Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana (kiri) dan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho (kanan)
bank ntt raih penghargaan2
Jajaran petinggi Bank NTT di panggung Ajang TOP BUMD Awards 2021 (foto: humas bank ntt)

Tepuk tangan peserta pun terdengar riuh, mengiringi Dirut Alex Riwu Kaho dan Komisaris Utama, Juvenile Jodjana, menaiki panggung utama.

Di panggung telah menanti mantan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA, yang kini sebagai Presiden Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), serta ketua dewan juri. Prof. Djo, demikian disapa, tidak sendirian melainkan didampingi Hamdani, salah satu pejabat di Kementerian Dalam Negeri yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bank kebanggaan masyarakat NTT ini oleh dewan juri dinilai telah mampu meningkatkan kinerja dan layanan secara optimal di wilayah kerjanya di tengah pandemi Covid-19.

Adapun dewan juri dari kegiatan ini terdiri dari delapan orang profesor di antaranya Prof. Dr. Siti Zuhro, Prof Dr Laode Kamarudin, Prof Dr. Sucherly yang adalah rektor Universitas Padjajaran. Ada  juga  lima orang doktor, salah satunya Dr. J. Kristiadi.

Lutfi Handayani, Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2021, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Top Business, memaparkan bahwa TOP BUMD Awards merupakan kegiatan Award BUMD Terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business, sejak 2016.

TOP BUMD Awards adalah kegiatan pembelajaran dan pemberian penghargaan BUMD yang tertinggi di Indonesia, yang diberikan kepada BUMD-BUMD Terbaik, yang dinilai: (1) berkinerja baik, (2) banyak melakukan improvement/inovasi perbaikan, dan telah (3) berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, (4) Memiliki Strategi dan inovasi di masa pandemi Covid-19 agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan.

TOP BUMD Awards 2021 ini diikuti oleh 182 BUMD dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Atau meningkat 12%, dibanding tahun 2020 sebanyak 163 BUMD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk wawancara penjurian, atau meningkat sebesar 44% dari tahun 2020.

Penilaian dilakukan secara obyektif dan independen. Di sini, sejumlah lembaga penilai dan konsultan yang ikut sebagai penilai. Antara lain Institut Otonomi Daerah, FEB Universitas Padjadjaran Bandung, LKN, Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Asia Business Research Center; Sinergi Daya Prima; Melani K. Harriman Associates; Dwika Consulting; dan lain-lain.

Award Sekaligus Pembelajaran

Kegiatan TOP BUMD Awards bukan hanya sekadar pemberian penghargaan. Namun di dalamnya mengedepankan aspek pembelajaran bersama, terutama untuk BUMD peserta.

Ajang tersebut selalu membudayakan adanya Sesi Nilai Tambah dalam wawancara penjurian atau award yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business. Dalam Sesi Nilai tambah tersebut, Dewan Juri memberikan input, saran, dan masukan kepada peserta, sebagai feedback untuk perbaikan ke depan.

Nah, inilah yang menjadi salah satu keunggulan TOP BUMD Awards dibanding award-award lainnya. Hal tersebut juga menjadi daya tarik bagi para BUMD. Selain mengikuti kegiatan penghargaan, para BUMD peserta seolah mendapat konsultasi gratis dari para pakar dan dewan juri.

BUMD Harus Didukung

Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti menegaskan tentang pentingnya semua pihak mendukung BUMD. Jelas, bahwa BUMD memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Di antaranya adalah: 1) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, 2) Sebagai sumber pendapatan daerah, 3) Membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, serta mengurangi pengangguran, dan ke- 4), Memenuhi dan memudahkan kebutuhan masyarakat.

Pos terkait