“TTU memiliki kualitas UMKM yang sangat baik. Saya berharap pelatihan ini menjadi bekal dan pengalaman bagi mama-mama untuk meningkatkan produksi, menciptakan nilai tambah, dan dapat memasarkan produk di NTT Mart dan ke pasar yang lebih luas,” harapnya.
Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, dalam sekapur sirihnya menyampaikan bahwa TTU memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, namun masih perlu dikembangkan dan diberdayakan secara maksimal.
Kamillus mengajak para penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bantuan ini jangan hanya disimpan, tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, membuka peluang usaha dan menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Kamillus juga mendorong agar produksi masyarakat terus ditingkatkan sehingga ke depan dapat membuka peluang untuk mendapatkan dukungan lanjutan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi Nange, dalam laporannya menjelaskan Pemerintah Provinsi NTT melalui semangat “Ayo Bangun NTT” mengajak seluruh stakeholder bergotong royong mendukung Program Dasa Cita, Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pengembangan OVOP (One Village One Product).
“Kami berharap pelatihan bersama instruktur dari Kupang dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Desa Noebaun, sekaligus membuka peluang usaha dan menambah pendapatan keluarga. Produk yang dihasilkan juga diharapkan menjadi produk unggulan Desa Noebaun yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart,” ujar Selfi Nange.







