Sementara Jeto Asamau, petani muda yang pernah menimba ilmu pertanian di Israel berharap agar pemerintah benar-benar mempertahankan sektor pertanian dan perkebunan. Sebab dengan perhatian lebih, anak-anak muda terlebih yang punya basic di bidang pertanian dan perkebunan, semakin termotivasi untuk jadi petani dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan.
“Sektor pertanian dan perkebunan sangat menjanjikan. Tapi tidak banyak anak muda yang berminat jadi petani. Kami harap ada perhatian dari pemerintah, termasuk memperhatikan ketersediaan alat-alat pertanian bagi petani. Mudah-mudahan anak muda seperti saya bisa kembali berminat jadi petani,” ungkapnya.
Merespon keluhan dan harapan para petani, Melki Laka Lena mengaku bangga dengan segala upaya yang sudah dilakukan petani di Desa Nunkurus. Khususnya budidaya melon golden oleh Poktan Muri Pawe yang mengintegrasikan antara sektor peternakan dan perkebunan.
“Saya apresiasi usaha bapa mama di sini. Kami tentu akan selalu belajar dari apa yang sudah masyarakat lakukan. Hal-hal baik ini selain punya nilai tambah untuk petani, juga bisa kita bawa untuk dikembangkan ke tempat lain,” ujar Melki.
Menurut Melki, banyak orang masih menganggap sepele sektor pertanian, peternakan dan perkebunan. Hal ini kemudian membuat orang muda tidak tertarik jadi petani.
“Melki-Johni akan benar-benar memperhatikan sektor ini, sehingga orang-orang yang menggeluti dunia pertanian benar-benar merasa terhormat, merasa bekerja di tempat yang sangat penting bagi NTT. Kami juga akan mengajak anak muda dengan basic pertanian peternakan untuk mau kembali urus kebun, sawah dan peternakan,” jelas Cagub NTT nomor urut 2 itu.







