Pantau Pasar, Penjabat  Wali Kota Kupang Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

kota kupang pasar

Di sela-sela sidak, Fahrensy mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang menyikapi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok dan tidak melakukan panic buying karena saat ini Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang yang menjadi komoditas pangan strategis khususnya menjelang Hari Raya Paskah dan Idul Fitri 1445 hijriah.

Fahrensy  mengatakan, Pemerintah Kota Kupang bersama TPID sedang berupaya melakukan intervensi melalui gerakan pangan murah dan pasar murah bersubsidi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kami sedang menyiapkan skema untuk mengintervensi serta menekan harga beberapa komoditas. Untuk itu kepada masyarakat kami imbau agar tetap tenang dan tidak perlu melakukan panic buying,” ujarnya.

Fahrensy  mengaku telah menginstruksi perangkat daerah untuk segera menyiapkan imbauan wali kota agar masyarakat tidak melakukan panic buying.

Fahrensy  mengatakan, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan beberapa skema untuk mengintervensi lonjakan harga melalui kegiatan gerakan pangan murah (GPM) bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Wilayah NTT untuk komoditas beras SPHP yang dibanderol dengan harga 55 ribu per 5 kilogram.

Sementara untuk operasi pasar bersubsidi, ada beberapa komoditas yang akan dijual dengan harga subsidi, misalnya beras dan telur. Subsidi menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk pengendalian inflasi tahun 2024.

“Untuk GPM mulai dilaksanakan tanggal 20 Maret sampai dengan 26 Maret 2024 di 6 kecamatan. Sedangkan, pasar murah bersubsidi pelaksanaannya untuk menekan harga beberapa komoditas tertentu yang mengalami lonjakan,” jelas Fahrensy. (pkp_nt)

Pos terkait