Wabup Manggarai: Musrenbang Adalah Proses Yang Rutin Dilakukan

manggarai wabup

RUTENG kabarntt.id— Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut, S.H,  menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Lelak, di Kantor Kecamatan Lelak di Rejeng, Rabu (20/3/2024).

Musrenbangcam Lelak dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 19 dan 20 Maret 2024  melibatkan tokoh masyarakat, utusan perangkat daerah, dan para kepala desa se-Kecamatan Lelak. Pada hari pertama, seluruh pemangku kepentingan terlibat dalam rembuk stunting.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Camat Lelak, Yesualdus Teos, S.E, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, terjadi penurunan angka stunting di Lelak karena intervensi dari semua pihak termasuk alokasi Rp 50 juta/desa yang bersumber dari ADD.

Menanggapi laporan tersebut, Wabup Heri Ngabut yang juga Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Manggarai menyampaikan apresiasinya.

“Skenario penurunan angka stunting di NTT, Manggarai mendapatkan penilaian terbaik. Ini berkat kerja keras semua pihak. Terima kasih untuk itu. Ini soal tanggung jawab moril kita. Kalau disinergikan lagi, kita bisa dapat hasil yang lebih baik lagi. Jika kendor, stunting itu bisa balik lagi. Ini (penanganan stunting) harus komprehensif dan harus dikerjakan dengan hati,” ungkapnya.

Sementara, Musrenbang, menurut Heri Ngabut, adalah proses yang rutin dilakukan. Heri Ngabut  menjelaskan, dalam manajemen pemerintahan modern, rakyat harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan.

“Ini sifatnya kolektif, partisipatif. Data perencanaan itu akan dipakai sebagai acuan untuk menentukan kebijakan pembangunan. Perlu duduk bersama. Nanti akan ditentukan berdasarkan ketersediaan anggaran dan skala prioritas pembangunan,” jelasnya.

Pos terkait