Menurutnya, yang membuat pasar semrawut itu adalah para pedagang yang menjual di luar atau di pinggir-pinggir jalan. Padahal pihak Pol PP sudah menertibkan berulang kali, namun tidak pernah dihiraukan.
“Pemerintah harus tegas dalam hal ini. Mereka selalu bandel untuk jual di luar, padahal di dalam pasar tempatnya begitu luas dan bagus, namun tetap saja berjualan di luar. Ya, ini untuk menjaga kenyamanan dan keamanan kita bersama, jika penataannya bagus kita juga yang menikmati,” jelasnya.
Sedangkan, Kepala PD Pasar Sumba Timur, Agutinus Haleku Nongu, mengatakan, untuk penataan pasar masih sangat kurang memadai. “Karena itu kami juga akan segera melakukan penataan pasar. Namun karena pandemi yang menggunakan dana yang cukup besar, dan semua dana dianggarkan untuk covid, maka kami akan melakukan koordinasi dengan atasan agar memrioritas penataan pasar,” kata Nongu.
Nongu memastikan, pihaknya tetap menertibkan pedagang yang bandel. “Namun karena personil kami terbatas, maka penertibannya tidak sering kami lakukan. Kami juga sudah menerima keluhan dari teman-teman dari pedagang ikan untuk melakukan pembenahan pasar yang lebih baik, dan kami tetap akan koordinasikan agar kita lakukan bersama,” tegasnya. (np)







