Pemprov Bangun 500 Sumur Bor Bantu Petani di NTT

NTT Dinas Pertanian NTT

Mantan Kepala Bappelitbangda NTT ini  juga mengungkapkan kesulitan distribusi hasil pertanian dan perkebunan para petani. Keterlibatan swasta di sektor hilir, kata Koli, masih menjadi kendala dalam meningkatkan nilai ekonomi petani.

“Konsepnya kita akan bekerja sama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) agar bisa menjalankan fungsi colecting dan distribusi. Lembaga ini kan punya uang, modal usaha dan sumber daya sehingga bisa kerja sama dengan pihak ketiga atau melemparkan langsung ke pasar. Dengan demikian peran sektor pertanian akan tampak  dalam meningkatkan ekonomi masyarakat petani,” jelas Koli.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan  pola bertani masyarakat NTT yang masih tradisional akan diintervensi oleh Pemerintah Provinsi dengan mekanisasi dan program-program strategis. Terutama untuk wilayah-wilayah prioritas yang penduduk miskinnya masih tinggi.

“Kita tahu sektor pertanian ini merupakan salah satu sektor yang terus bertumbuh positif serta  memiliki sumbangsih besar untuk pertumbuhan ekonomi di masa-masa sulit seperti sekarang ini akibat pandemi Covid-19. Gubernur dan wakil gubernur sangat serius memajukan pertanian sebagai supply chain atau rantai pasok utama untuk sektor pariwisata dalam menjadikan para petani NTT sejahtera,” jelas Marius.

Sebelumnya dalam coffee morning dengan para wartawan di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat pekan lalu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan komitmen Pemda NTT meningkatkan taraf hidup para petani NTT dengan menjadikan petani NTT sebagai pengusaha tani. (den)

Pos terkait