Mama Mina, sapaan akrab Beatrix Mince , menuturkan bahwa dengan bahan yang diperlukan dalam pembuatan periuk tanah, dirinya harus berjalan sejauh beberapa kilometer untuk mendapatkan bahan-bahan yang baik.
“Kami biasa ambil pasir untuk buat periuk tanah di Seunbam. Jadi kadang-kadang kami junjung dari sana sampe rumah sini. Karena di sekitar sini pasir tidak ada yang bagus, kalau tanah liat kami biasa ambil di dekat sini,” tutur Mama Mina
“Saya buat secara manual saja. Kalau mau putar ini pakai tangan saja. Tanah itu kita putar pakai tangan, sambil kita kasih halus dengan kain basah. Ini saya pelajari dari orangtua saya dulu,” jelas Mama Mina.
Terkait dengan perhatian pemerintah, Mama Mince mengungkapkan sampai saat ini belum ada perhatian khusus. Nmun pernah diminta oleh pihak kecamatan untuk membawa beberapa hasil kerajinannya untuk dipamerkan di pameran Expo Kabupaten TTU. (siu)







