“Bila kita melihat di toko-toko souvenir NTT kerajinan tenun kain adat ini paling banyak menarik minat para wisatawan hingga ke mancanegara. Selain kerajinan ini sangat ikonik dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur, nilai estetika dan keunikan dari kain itu sendiri membuat kerajinan ini sangat diminati sebagai buah tangan,” kata Irwan.
Irwan menambahkan “Kami berharap dengan adanya personel Satgas yang mempunyai minat belajar tenun kain adat dari masyarakat perbatasan dapat mendorong semangat generasi muda perbatasan lainnya untuk tertarik ikut belajar menenun kain adat tersebut. Selain itu sebagai anak bangsa kita secara tidak langsung juga mengenalkan kebudayaan kain adat khas Nusa Tenggara Timur ini ke daerah lain, bahkan terkenal sampai luar negeri.”
Sementara itu, salah satu pengrajin tenun ikat, Bergita Kono (61) merasa sangat senang atas kedatangan personel Pos Manusasi Satgas Yonarmed 3/105 Tarik karena tidak menyangka bahwa kedatangannya ingin belajar kerajinan khas daerahnya.
“Kebetulan sekali ini Bapak TNI datang, ibu-ibu juga lagi tenun kain adat, kalau mau belajar tenun kain adat mari sekalian kami bisa ajari Pak,” kata Kono sambil menenun. (siu)







