Charollus menambahkan, sebagai petani kepuasan dan kebanggaan terbesar adalah melihat dan menyaksikan hasil tanaman berkembang dengan baik di atas lahan yang bersih.
“Saya tetap pakai pola lama yakni harus selalu berada di kebun. Saya diajarkan orang tua saya bahwa jika mau jadi petani, harus bersatu sungguh-sungguh dengan kebun, dan nasehat itu masih saya pegang dan pedomani hingga detik ini,” tuturnya datar.
Selain kacang hijau ayah empat putra ini juga mengatakan, hasil tanaman lain seperti jagung dan tanaman hortikultura serta sayur-sayuran selalu ditanam untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurut salah satu Ketua Kelompok Tani di Desa Umatoos ini, sesuai dengan perhitungan manual pada Bulan September 2020 mendatang dirinya bersama para petani dan kelompok tani akan panen kacang hijau. (advertorial/hery-kominfo malaka)







