Dengan menggelar Pra RAT secara virtual, kata Sason, terjadi penghematan yang luar biasa.
Sason memaparkan sejumlah capaian dan progres yang dicatat selama tahun buku 2020. “Secara virtual kita menghemat pengeluaran Pra – RAT tahun ini. Tahun 2019 Pra-RAT menghabiskan dana mencapai Rp 2,3 M, namun tahun 2020 hanya Rp 825 juta,” kata Sason.
Sementara Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Asterius David Daki, menjelaskan, perjalanan tahun buku 2020 telah di lalui dengan baik. “Namun kita terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan semangat kekeluargaan dan mencintai Kopdit Swasti Sari sebagai bagian dari kehidupan kita,” kata Daki.
Daki menegaskan, Swasti Sari terus meraih prestasi demi kesejahteraan bersama. “Kita perlu melakukan berbagai terobosan untuk mengembangkan usaha dan peningkatan pelayanan yang optimal. Memberikan yang terbaik bagi kesejahteraan anggota, terbukti Swasti Sari mencapai prestasi peringkat ke-6 nasional dan peringkat ke-3 di tingkat provinsi. Kita sudah sangat terukur. Mari kita bergandengan tangan merawat Kopdit ini menjadi baik dan memberikan kesejahteraan bagi kita semua,” seru Daki.
Pada tahun buku 2020, Swasti Sari menambah lagi anggota baru sebanyak 30.212 anggota atau 37,02 persen dari tahun 2019. Dengan tambahkan anggota baru ini, maka tahun 2020 anggota Swasti Sari mencapai 111.811 anggota dibandingkan tahun 2019 sebanyak 81.599 anggota.
Dengan tambahan anggota baru ini, aset Swasi Sari tahun 2020 naik mencapai 37,02 persen dari tahun 2019, yakni dari Rp. 8.159.900.000 menjadi Rp. 11. 181.100. 000.







