Sason Helan : Orang Buta Saja Bisa Mencintai Swasti Sari

swasti sari

“Pola seorang petani yang tidak bisa merawat tanamannya tidak bisa menjadi anggota Swasti Sari. Karena Kopdit Swasti Sari sangat konsisten dengan anggotanya. Kami sudah melatih anggota Swasti Sari untuk hidup lebih disiplin dengan uang mereka, bisa menyimpan dan menikmati setiap hasil jerih payah mereka. Anggota ini adalah mereka petani, orang-orang kampung yang pakai sendal dan makan sirih pinang mereka pemilik lembaga ini,” serunya.

“Bapa, mama kalau tidak aktif 1 sampai 2 tahun kita akan keluarkan ya, Kita mau ubah mind set masyarakat supaya lebih disiplin, karena lembaga ini kita punya milik, sehingga jangan sampai ada persoalan. Kami mau pelihara anggota-anggota yang berkualitas,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam penyerahan claem daperma, ada beberapa anggota yang meninggal baru 1 bulan menjadi anggota dan simpanannya baru mencapai ratusan ribu rupiah. Namun, dengan solidaritas yang tinggi, Swasti Sari memberikan dana kematian Rp 7-8 juta dan klaim dana daperma yang cukup tinggi dari simpanannya.

“Ada yang  baru simpan Rp 701.000, namun sudah mendapatkan bantuan dana kematian Rp 7-8 juta. Itu adalah solidaritas yang tinggi dan ini tidak bisa kita dapat di layanan keuangan lainnya di Indonesia,” kata Sason.

Di akhir sambutannya, Sason memghimbau agar memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di Kantor Swasti Sari yang tersebar di NTT bahkan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Gedung ini adalah milik bapa-mama, kami hanya mengelola. Manfaatkan semua fasilitas yang ada karena itu milik kalian para anggota. Jika ada karyawan yang nakal, sampaikan ya, dan itu tidak ada ampun memang. Bapa mama pegang kata-kata saya ini. Kalau ada yang menyimpang langsung lapor supaya lembaga ini tetap menjadi lembaga yang berkualitas dan kebangaan bapa-mama,” serunya.

Pos terkait