Ida mengatakan, penentuan kejuruan pelatihan di BLK Komunitas harus didasarkan pada kebutuhan skill yang dibutuhkan pasar kerja atau potensi ekonomi di daerah masing-masing. Oleh karenanya, usai mengikuti pelatihan, diharapkan peserta pelatihan di BLK Komunitas mudah terserap industri, atau menciptakan lapangan kerja sendiri.
Ia menyakini, kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dipilih oleh BLK Seminari St. Yohanes Paulus II sudah melalui proses kajian, dengan mempertimbangkan pasar kerja dan potensi yang ada di daerah ini.
“Dengan Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ditawarkan, saya yakin dapat meningkatkan kompetensi SDM Kabupaten Manggarai Barat pada sektor teknologi informasi, sehingga bisa ikut bersaing pada era revolusi Industri 4.0 yang sudah dimulai saat ini,” jelasnya.
Hingga 2019 sudah terbangun 1.113 BLK Komunitas dan tahun 2020 akan dibangun 1.000 sehingga total 2.113 BLK akan segera terwujud. (obe)







