Calon Gubernur NTT itu juga tengah memikirkan bagaimana caranya agar komoditi yang dihasilkan di Desa Oeleu dan sekitarnya tidak semuanya dijual dalam keadaan mentah.
“Kalau bisa ada perkembangan minimal diolah menjadi bahan setengah jadi atau jadi. Boleh juga satu atau dua item komoditi yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.
Selain itu, aspek infrastruktur juga menjadi kebutuhan urgen yang mesti mendapatkan perhatian serius. “Saya sudah keliling TTS ini, dan jalannya memang serius harus dibantu. Kita harus bicara dengan teman-teman di kabupaten. Kita coba diskusi untuk bagaimana caranya agar secara perlahan harus ada desain untuk mengurangi persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala di TTS,” tegas Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu.
“Sebenarnya kita hadir di daerah-daerah yang sulit seperti ini paling tidak membuka gambaran seorang pemimpin, baik itu di bidang eksekutif ataupun legislatif tentang bagaimana nuraninya ataupun pikirannya itu terganggu dan mencari jalan keluar,” tegasnya.
Tidak perlu seketika kita menjawab kebutuhan masyarakat hari ini ataupun tahun depan, tapi paling tidak ketika dia hadir dan melihat serta merasakan langsung kesulitan yang dihadapi warga.
“Sehingga ketika pembahasan program anggaran terkait sektor-sektor yang menjadi kesulitan di daerah ini, wakil rakyat atau pemerintah bisa punya memori tentang kebutuhan masyarakat. Kalau dia seorang politisi, itu akan selalu menghantui dan membuat dia selalu berpikir ketika suatu waktu ada pembahasan anggaran pasti akan membuat dia ingat akan desa yang dikunjungi,” ujar Melki.







