Kendati rumah telah digusur, kata Niko, warga Besipae tidak akan keluar dari kawasan Besipae. Dia memastikan mereka siap tinggal di bawah pohon untuk mempertahankan tanah tersebut.
“Silakan pak mereka hancurkan rumah kami. Tapi pak mereka tidak bisa cungkil dan bawa tanah kami. Kami akan tetap di sini. Tidak masalah biarpun kami harus tinggal di bawah pohon,” tegas Niko.
Ester Selan, warga Besipae lainnya menandaskan aksi penggusuran yang dilakukan Pemprov NTT tidak akan menyelesaikan persoalan Besipae.
Ester menegaskan, mereka tidak akan keluar dari Besipae. Dia menyebut, pihaknya merasa lucu dengan Pemprov NTT karena Pemprov yang membangun rumah lalu Pemprov juga meruntuhkannya sendiri.
“Saya rasa lucu dengan Pemprov NTT ini, mereka bangun rumah kasih kami habis sekarang mereka datang kasih rubuh sendiri. Kami tidak rasa rugi, silakan rubuhkan rumah ini, kami tinggal di bawah pohon tidak ada masalah,” teriaknya. (*/np)







