LABUAN BAJO kabarntt.id--Direktur Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, dr. Hermas Irawan, membantah tindakan penelantaran jenazah sebagaimana dikeluhkan pihak keluarga pasien Covid-19 berinisial S yang meninggal di RS Siloam Labuan Bajo.
“Penanganan jenazah pasien positif Covid-19 di RS Siloam Labuan Bajo telah mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan pemerintah,” jelas dr. Hermas kepada media saat konferensi pers, Kamis (28/1/2021) siang.
Hal tersebut dikatakan dr. Hermas menyusul pihak keluarga pasien positif Covid-19 berinisial S (26) yang menilai terjadi pembiaran terhadap jenazah di area RS Siloam Labuan Bajo, Senin (25/1/2020) malam.
“Tidak ada pembiaran dari Siloam Hospital Labuan Bajo. Yang telah kami lakukan adalah mengikuti protap dari Kementerian Kesehatan dan dinas (Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar),” tegasnya lanjut.
Pasien inisial S (26) yang meninggal Senin (25/1/2021) malam dan terkonfirmasi Covid-19 merupakan pasien asal asal Sape, Provinsi NTB yang berdomisili di Pulau Messah, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.
Yogi Indrawan (24), keluarga pasien S, menyayangkan jenazah pasien Covid-19 terkesan ditelantarkan di area pintu masuk ruangan UGD RS Siloam.
“Jenazah S (26) yang telah dimasukkan dalam peti mayat diletakkan begitu saja di samping UGD RS Siloam Labuan Bajo,” ujar Yogi, Senin (25/1/2021) malam.
Menurutnya, hal semacam itu terkesan ada pembiaran dari pihak RS. Siloam Labuan Bajo.
Akan tetapi atas kejadian tersebut dr. Hermas menjelaskan, pasien S merupakan pasien cuci darah di RS Siloam Labuan dan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (23/1/2021) lalu.







