Dituding Telantarkan Jenazah Covid-19, Manejemen Siloam Angkat Bicara

Dirut RS Siloam Labuan Bajo

Pasien S yang juga memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru yang pada awalnya hendak dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo. Namun hal itu tidak dapat dilakukan karena harus menjalani cuci darah di RS Siloam Labuan Bajo.

“Setelah meninggal, penanganan jenazah pun telah dilakukan sesuai prokes penyemprotan cairan disinfektan terhadap peti jenazah. Selanjutnya peti jenazah tersebut harus segera langsung dimasukkan ke dalam mobil jenazah,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Hal inilah yang dinilai pihak keluarga terkesan adanya pembiaran terhadap jenazah pasien tersebut. Sementara di sisi lain, terjadi miskomunikasi antara pihak rumah sakit dengan pihak Dinkes Mabar dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mabar.

“SOP sudah benar, kami sudah lakukan desinfeksi semua dan yang terjadi kenapa peti jenazah itu ada di luar? Di sini terjadi miskomunikasi, seharusnya begitu peti datang, jenazah langsung dimasukkan dan langsung diantar ke tempat pemulasaraan jenazah,” katanya lanjut.

Akan tetapi atas kejadian tersebut dr. Hermas menjelaskan, antara pihak gugus tugas dan pihak RS. Siloam sudah membahas terkait hal itu. Sehingga tidak terjadi lagi miskomunikasi ke depannya. (obe)

Pos terkait