DPRD Sikka Minta Pemprov Segera Realisasi Vaksin Rabies  

mayestatis1

MAUMERE kabarntt.id—Penyebaran kasus gigitan anjing terduga rabies  tersebar hampir  di 21 kecamatan se-Kabupaten Sikka. Namun ketersediaan vaksin untuk anjing sangat terbatas dengan populasi anjing yang begitu banyak.

Populasi anjing di Sikka saat ini  mencapai 60.000 ekor. Sedangkan stok vaksin hanya 8.000 dosis. Karena itu Pemkab Sikka mengajukan permintaan vaksin kepada  Pemerintah Provinsi NTT 34.000 dosis untuk hewan peliharaan rumah tersebut.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sikka, Mayestatis, lewat chat whatshapnya, Selasa (5/7/2022), menjelaskan pentingnya tindakan pencegahan dari pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus rabies dari anjing ke manusia melalui gigitan atau penularan lewat media lainnya.

“Untuk mencegah penyebaran virus rabies, semestinya dilakukan tindakan pencegahan secara masif dari pemerintah maupun dari elemen lainnya. Memang melihat ketersediaan dosis vaksin di dinas, kami terus mendorong pemerintah untuk segera berkonsultasi dengan pemerintah provinsi untuk segera mungkin pengadaan vaksin rabies tersebut,” katanya.

Menurut anggota Fraksi Golkar DPRD Sikka tersebut, ketersediaan vaksin sangat terbatas, yakni hanya 8.000 dosis sesuai informasi dari Dinas Peternakan Sikka. Karena itu dilakukan pemetaan wilayah gigitan anjing terutama di wilayah perbatasan, agar segera dilakukan vaksinasi.

“Fraksi Golkar sangat mendukung dan berharap agar Pemerintah Provinsi NTT  segera merespon permintaan dari Pemerintah Sikka agar anjing bisa divaksin sesegera mungkin.  Kami dari Fraksi Golkar akan menyampaikan secara resmi pada pendapat akhir fraksi nanti di sidang dan semoga cepat ditangani dengan baik dan benar,” harap. (np)

Pos terkait