Itu sebabnya dalam pemerintahannya tahun depan, kata Gubernur VBL, ada dinas yang tidak dapat banyak dana. “Dinas-dinas yang tidak bisa mendatangkan pendapatan tunggu dulu, tidak perlu banyak dana. Para pegawainya tetap dapat gaji, tetapi anggaran untuk dinas itu dikurangi dan difokuskan di dinas-dinas lain yang menjadi fokus,” tandas Gubernur VBL.
Sementara Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon, membeberkan program-program yang dikerjakan Pemda Flores Timur sesuai dengan visi misinya.
Di antara misinya adalah program usahawan muda. Dengan program ini, pemerintah memberi dana hibah kepada anak-anak muda untuk terjun ke dunia usaha. “Dulu kita hibahkan ke kelompok, tapi lebih banyak gagal. Karena itu kita ubah jadi usaha perorangan supaya bisa berkembang. Mereka disatukan karena kebersamaan usaha, sehihgga bisa besar dan bisa membentuk koperasi,” tandas Anton Hadjon.
Tentang potensi kelautan, Anton Hadjon menyebut potensi hasil laut Flores Timur luar biasa. “Potensi ikan Flotim tinggi karena Flotim di ujung timur, utara dan selatan berbatasan dengan laut. Jadi ikan kita banyak sekali,” kata Anton Hadjon.
Yang menjadi soal, kata Anton Hadjon, adalah pengiriman ke luar Flotim. “Ikan Flotim harus ke Maumere. Sekarang kami minta agar jalur diperpendek dari Larantuka langsung ke Surabaya. Jadi tol laut langsung bawa ikan Flotim ke Surabaya, tidak perlu lagi ke Maumere,” kata Anton Hadjon. (den)







