WAINGAPU kabarntt.id—Belalang kumbara kembali muncul di beberapa wilayah di Sumba Timur. Musuh utama petani ini tidak hanya menyerang tanaman, tetapi juga kediaman warga.
Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk menaklukkan belalang. Alternatif lain bisa dijadikan makanan ternak atau manfaat lainnya lewat teknologi.
Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, lewat panggilan telepon, Selasa (12/4/2022), menghimbau agar pemerintah dan masyarakat sepakat untuk perang melawan belalang.
“Saya kira dari awal kita sepakat perang terhadap belalang, harus masif dan sistematis, tidak bisa sendiri-sendiri. Karena kita semprot atau tangani di sini mereka (belalang) serang di tempat lain. Jadi mau tidak mau harus masif dan serentak di seluruh wilayah di Sumba Timur. Dan harus melibatkan seluruh stakeholder termasuk masyarakat,” tegas politisi Golkar ini.
Ali juga mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan dana melawan belalang. “Kalau bisa beli itu belalang dari masyarakat, coba cari teknologi mobel apa supaya belalang bisa bermanfaat. Kalau di mungkinkan ya bisa diolah jadi makanan ternak atau makanan apalah itu,” jelas Ali.
Menurutnya, pemerintah harus menemukan teknologi agar memanfaatkan belalang tersebut atau olahan belalang untuk dijadikan makanan ternak, apalagi protein dari belalang cukup baik dan tinggi.
“Kami minta teman-teman mencari teknologi apalah begitu, agar belalang ini bisa diolah jadi produk, sehingga belalang bisa punya nilai jual, kalau sudah ada nilai jual, ya masyarakat pasti memburu belalang untuk dijual dan jelas itu akan masif kita basmi,” tegasnya. (np)







