Pemkot Kupang Dan Forkopimda Tingkatkan Sinergi Atasi Covid

Kota Kupang forkimpimda

Terkait hal ini, drg. Retno mengungkapkan, cakupan vaksinasi lansia masih rendah karena rendahnya partisipasi kunjungan lansia untuk vaksinasi. Untuk itu dirinya meminta kerja sama atau bantuan baik kepada Babinsa dan Babinkamtibmas untuk membantu mobilitas lansia, karena menurutnya, para lansia tidak bisa datang sendiri ke tempat pelayanan kesehatan dan juga terkendala dengan penyakit komorbid yang menyertai.

Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man, mengungkapkan Provinsi NTT saat ini termasuk zona merah.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Jumlah spesimen yang diperiksa di Kota Kupang yaitu 27.622, angka positif (positive rate) mencapai 9.843 atau 35,56 persen kata Herman Man, melebihi angka positif (positive rate) nasional) yang hanya 13,57 persen dan bahkan jauh dari angka toleransi dari WHO yang hanya mengizinkan 5 persen.

Hal ini, kata Herman Man, menandakan bahwa masyarakat kita saat ini dalam keadaan berisiko tinggi terutama pada lansia.

Diakuinya meskipun sesudah vaksin dilaksanakan kasus menurun, namun muncul euforia yang menyebabkan orang menjadi tidak disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan.

Menurut Herman Man, ada tiga  sebab mengapa Kota Kupang perlu meningkatkan kewaspadaan tinggi saat ini.

Pertama, karena pelaksanaan  protokol kesehatan yang semakin menurun. Terkait ini Herman Man mengatakan, segera memperbaharui surat edaran penegakan disiplin dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Kupang per kecamatan per kelurahan.

Kedua,  sebutnya, adanya angka kematian (fatality rate) di Kota Kupang yang mencapai 3,3 persen dibandingkan angka nasional yaitu 2,73 persen.

Pos terkait