“Kemenangan dalam perang ditentukan oleh kemenangan-kemenangan pertempuran kecil. Saudara adalah bagian dari tangan kami, penarik pelatuk untuk membunuh wabah covid ini,” ujar Herman Man.
Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing, juga mengakui peran penting tenaga 3T dalam mengatasi kasus Covid-19 di NTT, khususnya di Kota Kupang.
Menurutnya kurang lebih 50 persen kasus positif Covid-19 di NTT terjadi di Kota Kupang. Hal ini bisa dimaklumi mengingat Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi dengan tingkat mobilitas yang lebih tinggi dibanding kota yang lain.
Menurutnya, ada dua strategi utama dalam upaya penanganan Covid-19. Yang pertama adalah mencegah orang terpapar lewat penegakan protokol kesehatan dan edukasi kepada masyarakat luas.
Yang kedua adalah menangani orang terpapar, termasuk di dalamnya adalah menemukan orang terpapar dan penanganannya. Untuk dua hal terakhir inilah tim 3T bertugas membantu Pemkot Kupang melakukan testing, tracing dan treatment.
Dia percaya para tenaga 3T yang sudah mereka latih ini akan memberi kontribusi bagi upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19 di Kota Kupang.
Kepada Wakil Walikota Kupang dan seluruh jajaran terkait di Pemkot Kupang Polo Mang mengajak untuk bersama-sama menetapkan target untuk beberapa waktu ke depan baik dari sisi pencegahan maupun penanganan.
“Mari bekerja sama untuk tangani ini. Pemprov siap back up, apa yang bisa kami bantu akan kami bantu,” pungkasnya.
Ketua Tim 3T Provinsi NTT, drg. Dominikus Mere, usai acara penyerahan tersebut menjelaskan sebelumnya mereka telah melakukan pelatihan peningkatan kapasitas kepada kurang lebih 265 orang tim 3T.







