Pengungsi Erupsi Gunung Lewotolok 4.000 Orang

Lembata Ile Ape1

Terkait apakah ada korban jiwa dalam bencana itu, Sunur mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan soal munculnya korban jiwa dalam bencana itu.

“Kita bersyukur karena dapat bantuan dari Polri dan TNI, dan masyarakat yang terdampak juga kooperatif sehingga proses evakuasi tak terlalu menemui kendala,” tambah dia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sebelumnya diberitakan bahwa Gunung Lewotolok kembali bererupsi dan mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 4.000 m di atas puncak atau diperkirakan mencapai 5.423 meter di atas permukaan laut.

Menurut laporan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi kurang lebih 10 menit.

Kini pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok dari Level II atau “Waspada” menjadi Level III atau “Siaga”. Peningkatan status ditetapkan pada 29 November 2020, pukul 13.00 Wita waktu setempat. (ars)

Pos terkait