“Jalan sudah licin dan bagus. Tetapi sepanjang jalan tadi saya tidak lihat ada kafe, restoran atau kedai kopi di pinggir jalan. Saya minta agar dibangun kafe, restoran atau kedai kopi yang enak. Dana Desa bisa diatur untuk itu. Bangun restoran yang sajikan makanan yang enak, kopi manggarai yang enak, disajikan nona-nona Manggarai yang cantik-cantik sambil mendengar lagu-lagu dan musik Manggarai,” pinta Gubernur VBL.
“Kalau saya datang lagi sudah ada restoran atau kafe di pinggir jalan. Kalau ada 15 restoran, saya akan mampir makan di semua restoran. Kalau gubernur makan, pasti semua rombongan juga ikut makan. Berarti ekonomi warga tumbuh di sini,” kata Gubernur VBL.
Selain meminta warga jangan menjual tanah, Gubernur VBL juga menantang agar dibangun juga SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). “Harus ada SPBU di ruas jalan ini. Entah siapa pengusaha yang mau bangun, kita akan permudah izinnya. Di SPBU itu tidak hanya hanya jual BBM, tetapi juga ada restoran, ada rest area, ada kedai kopi yang bisa menjadi tempat orang beristirahat sambil menikmati makanan dan minum kopi,” kata Gubernur VBL.
Pesan yang sama juga disampaikan Gubernur VBL di halaman Gereja Paroki Pacar, Kecamatan Pacar. “Labuan Bajo akan dibangun menjadi destinasi super premium. Itu artinya akan datang banyak orang kaya yang punya banyak uang. Tahun depan Covid-19 tidak ada lagi, orang yang stres tinggal di rumah akan keluar mencari wisata alam. NTT punya wisata alam yang luar biasa indah yang akan menjadi incaran. Karena itu harus ada restoran, kafe atau kedai kopi yang enak supaya orang yang ke sini bisa menikmati keindahan alam Pulau Flores ini,” tandas Gubernur VBL.







