“Saya sangat bersyukur atas kedatangan tim MF dari kedua universitas ini. Tentunya dapat membantu pemerintah dalam menyukseskan salah satu program Tujuh Jembatan Emas, yakni desa berkecukupan pangan,” ujar Kodi Mete.
Bupati Kodi Mete juga mengapresiasi kehadiran sejumlah mahasiswa Unbraw dan Undana yang akan melakukan PKL di Desa Ana Engge selama beberapa bulan ke depan.
Lebih lanjut Bupati Kodi Mete mengatakan, ke depannya masyarakat petani Desa Ana Engge tidak akan kesulitan merawat tanaman jagung sampai musim panen tiba.
Kodi Mete meminta masyarakat Desa Ana Engge menyambut baik program ini dan memanfaatkan kesempatan belajar bersama tim MF dan mahasiswa dari kedua universitas yang melakukan PKL.
“Terima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa yang telah melakukan PKL di Desa Ana Engge yang dapat membantu masyarakat petani di Desa Ana Engge dalam menyukseskan program TJPS ini dan menerapkan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Ana Engge dengan mengajak seluruh petani untuk bersama-sama belajar tentang pola kemitraan cara baru yang diterapkan oleh mahasiswa dan pada akhirnya kita mendapat hasil yang maksimal.
“Terima kasih kepada seluruh mahasiswa, para penyuluh pendamping dengan segala perjuangan untuk persiapan dalam rangka tanam perdana jagung hibrida hari ini yang sudah dipersiapkan kurang lebih selama 3 hari dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ota)







