Hal itu dilakukan panitia sebagai bentuk ikut sosialisasikan hidup sehat di tengah pandemi covid 19 dan mengantisipasi penyebaran kasus baru.
“Memang ada kelengahan kami sebagai panitia di hari ke 4 tidak lakukan sweeping yang tidak memakai masker, tetapi sejak berita di medsos itu ada baru kami tahu, sehingga kami selaku panitia mengambil sisi positifnya bahwa ini adalah peringatan. Karena itu sejak hari ke 5 kami sudah menerapkan prokes dengan sweeping yang tidak pake masker dan membagikan masker kepada penonton/suporter yang tidak memakai masker,” kata Adi.
“Memang untuk membuat masyarakat kita ini taat prokes susah susah gampang. Kami di panitia itu mengikuti protokoler kesehatan, kami siapkan tempat cuci tangan, bagi-bagi masker dan menghimbau kepada penonton agar senantiasa pakai masker dan jaga jarak,” kata Adi.
Menurutnya, turnamen Paskah ini dilaksanakan untuk menghibur masyarakat di tengah kejenuhannya menghadapi pandemi corona.
“Turnamen ini digelar tak lain untuk menghibur masyarakat, mereka rindu dengan tontonan seperti ini. Hal itu untuk menghindari pikiran negatif masyarakat akibat kejenuhannya tinggal di rumah,” tambah Adi.
Sementara itu, Vira, salah satu warga mengatakan, dengan adanya turnamen sepak bola dirinya sangat terhibur dan senang.
Bahkan, menurut dia, pikiran-pikiran yang selalu menghantui pikirannya soal penyakit corona yang membuat dirinya terkadang drop itu hilang saat melihat permainan bola yang menghibur. (les)







