Dia menyebutkan venue paralayang yang ada di Kabupaten Ende luar biasa dan terindah di seluruh Indonesia karena ada tiga venue sekaligus, yakni gunung, laut dan kota.
Juniar berharap agar para atlet yang masih muda belia ini, yakni berumur 13 tahun hingga 22 tahun ini bisa menjadi atlet yang handal.
Ke depan, kata Juniar, TNI AU akan menyelenggarakan iven dan diharapkan atlet ini bisa mewakili Ende atau NTT dalam iven-iven tersebut.
Bupati Ende, Djafar Achmad, dalam sapaannya mengatakan, hadirnya olahraga dirgantara bisa menggenjot wisata di Kabupaten Ende. Selain agenda besar yang digelar seperti Sepekan Danau Kelimutu, Parade Kebangsaan, maka kini paralayang yang akan menjadi obyek wisata baru.
Djafar mengatakan, rencana Pemerintah Kabupaten Ende pada tahun 2021 nanti sekitar bulan September akan digelar iven paralayang bertaraf nasional untuk menarik wisatawan mancanegara maupun domestik.
Salah seorang instruktur paralayang, Jhoni Bunyu, di hadapan Danlanud El Tari Kupang dan Bupati Ende dan seluruh hadirin mengatakan, usia para atlet yang dibinanya bersama dengan pelatih berlisensi nasional dari Bandung berkisar dari 14 tahun hingga 22 tahun. Mereka dilatih baik teori maupun praktek.
“Kita lakukan pemaparan materi, lalu teknik dasar di Lapangan Brimob dan Lapangan Syuradikara. Sementara itu kita lakukan di Bukit Aesesa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo,” kata Bunyu.
Di Aesesa, kata Bunyu, untuk belajar terbang rendah. Dan di Bukit Kezimara dilakukan pada awal bulan Desember dan berakhir, Selasa (15/12/2020), untuk mendapatkan wing penerbangan. (ase)







